Demikian kesimpulan psikolog Ruhr-University Bochum, Jerman, Lars Schwabe setelah mengamati 69 mahasiswa sehat dan berberat badan normal yang menjadi partisipan untuk mencari penyebabnya.
Schwabe membagi para partisipan ke dalam empat kelompok yang berbeda. Masing-masing kelompok lalu diberikan asupan suplemen hormon yang berbeda-beda pula.
Selanjutnya, para partisipan diminta menyelesaikan permainan komputer yang terkait dengan kebiasaan sehari-hari.
Hasilnya, partisipan yang memiliki tingkat stres tinggi cenderung melakukan kebiasaan buruk untuk menghilangkan beban pikirannya.
Dalam laporan penelitian yang dipublikasi lewat Journal of Neuroscience akhir pekan lalu, Schwabe menyatakan dua hormon memengaruhi aktivitas otak untuk melakukan hal-hal buruk tersebut.
Oleh karena itu, ketika sedang mengalami depresi, orang cenderung berisiko mengalami kecanduan hobi atau sikap dan tindakan yang buruk.
"Gangguan dari sistem yang yang cenderung menghambat perubahan (baik) yang telah mereka tetapkan," tulis Schwabe. (Live Science/DK/OL-9)
