ARTIKEL SAINTIFIKA

Cegah Kecolongan Data,Alogaritma Khusus



 
Saintifika- Laman-laman yang begitu personal umumnya membutuhkan data yang rinci mengenai diri peselancar. Data tersebut akan disimpan di dalam sebuah server bersama jutaan data milik peselancar lain di seluruh dunia. Bayangkan jika data-data tersebut dicuri? Konsekuensinya tak terkirakan.

Dr. Juliana Sutanto, ilmuwan Indonesia yang berkarya di Swiss Federal Institut of Technology, Zurich, Swiss memimpin sebuah tim riset untuk mencari jalan keluar dari masalah ini. Ia dan timnya mengembangkan sistem alogaritma yang disebut dengan "Privacy-Self Content Personalization".

"Algoritma ini dapat juga diimplementasikan di non-mobile situation. Misalnya di website," ujar Juliana. "Kita mengkostumisasikan konten, tapi juga menjaga privasi Anda," lanjutnya.

Jika biasanya data pribadi disimpan di dalam server, algoritma buatan Juliana dan timnya justru menyimpan data pengguna di alat yang mereka gunakan sendiri. Dengan demikian, jika pengguna menggunakan telepon genggam atau membuka laman web tertentu, mereka hanya akan melihat konten yang mereka inginkan berdasarkan data pribadi mereka.

Dengan menyimpan data pribadi di dalam alat masing-masing, peretas yang akan mencuri data harus meretas jutaan alat. Hal ini tentu akan membuat repot peretas yang sebelumnya hanya perlu membuka sebuah server dan mendapatkan jutaan data pengguna.

Juliana memaparkan penelitiannya di Panggung Inovasi I4 Festivation pada Sabtu (14/7/2012) di Gedung RRI Medan Merdeka Barat, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4).